Bila telah memiliki SSL, Anda dapat menunjukkan kepada dunia bahwa situs Anda sah dan aman untuk dikunjungi. Sertifikat SSL menciptakan sambungan yang aman bagi pelanggan untuk melakukan penelusuran, berbelanja, dan berbagi informasi (seperti data kartu kredit dan alamat) di situs Anda.

Situs tanpa sertifikat SSL akan menampilkan peringatan “Tidak Aman” di browser populer seperti Chrome, Firefox, dan Safari saat dikunjungi — dan 98%* pengunjung tersebut segera meninggalkan situs setelah melihat peringatan tersebut.

Memahami Pemeriksa SSL.

Setelah memasukkan URL situs, status keamanannya akan didapatkan kembali dan dikategorikan dalam salah satu status berikut:

Aman

Situs Ini Aman hingga 23/6/2021.

URL buruk

Kesalahan
Tidak dapat diatasi.

Tidak Aman (Tidak ada sertifikat)

Situs ini ditandai sebagai Tidak Aman.

Sertifikat tidak ditemukan.

Tidak Aman (Sertifikat tidak valid)

Situs ini ditandai sebagai Tidak Aman
Sertifikat tidak valid.

Ketahui perbedaan antar sertifikat SSL.

Validasi Domain (DV)

  • Terbaik untuk blog dan situs web sosial.
  • Memvalidasi kepemilikan domain.
  • Menampilkan ikon gembok aman di sebelah URL.

Validasi Organisasi (OV)

  • Terbaik untuk bisnis dan organisasi nirlaba.
  • Memvalidasi kepemilikan domain dan organisasi.
  • Menampilkan ikon gembok aman di sebelah URL.

Validasi Diperpanjang (EV)

  • Terbaik untuk bisnis dan organisasi nirlaba.
  • Memvalidasi kepemilikan domain dan menjalankan autentikasi bisnis tingkat tertinggi.
  • Menampilkan ikon gembok aman dan nama perusahaan dalam warna hijau untuk menyatakan keabsahan.

Pilih sertifikat Anda.

Atau, Anda dapat mengizinkan kami menanganinya untuk Anda dengan Layanan SSL Terkelola. Kami menginstal sertifikat SSL, memperbaiki kesalahan pengalihan, dan memperpanjang sertifikat Anda sebelum kedaluwarsa.

*Studi Dewan Keamanan Otoritas Sertifikasi (CA).